Di tengah geliat aktivitas industri di Kabupaten Indramayu, peran Babinsa Desa Santing dari Koramil 1611/Losarang, Kodim 0616/Indramayu, menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Pada Jumat, 10 Juli 2026, personel Babinsa melaksanakan pemantauan intensif di kawasan industri PT SBRI, Desa Santing. Tujuannya bukan sekadar hadir, melainkan membangun fondasi komunikasi dan jaringan informasi yang kokoh, merangkul hingga ke tingkat Kodam III/Siliwangi.
Kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk mendeteksi dini potensi perkembangan situasi di wilayah. Lebih dari itu, ini adalah wujud nyata pembinaan teritorial yang berfokus pada penciptaan suasana aman, tertib, dan kondusif di sentra-sentra ekonomi seperti kawasan industri.
Koptu Andi Supriyatna, Babinsa Desa Santing, menegaskan komitmen TNI AD dalam menjaga stabilitas melalui pemantauan berkelanjutan. "Monitoring ini adalah bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk memastikan situasi di kawasan industri tetap aman dan kondusif. Melalui jaringan informasi yang terintegrasi, setiap perkembangan di wilayah dapat dipantau dan dilaporkan secara cepat, tepat, dan berjenjang, " ujarnya dengan penuh keyakinan.
Senada, Kapt Inf Waryadi, Danramil 1611/Losarang, menekankan pentingnya sinergi. "Koramil akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh komponen di wilayah agar tercipta sistem komunikasi yang efektif. Sinergitas menjadi kunci dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Kabupaten Indramayu, " tegasnya, menunjukkan semangat kolaborasi yang tinggi.
Dari tingkat satuan, Letkol Armed. Tulus Widodo, S.E., M.Han, Komandan Kodim 0616/Indramayu, menyoroti peran vital Babinsa. "Babinsa harus hadir di tengah masyarakat dan mampu membangun jaringan informasi yang kuat sebagai bagian dari deteksi dini dan cegah dini terhadap setiap potensi gangguan di wilayah, " ungkap Dandim, memotivasi para Babinsa untuk menjadi mata dan telinga terdepan.
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, menambahkan bahwa sistem informasi kewilayahan yang terintegrasi adalah kunci efektivitas pembinaan teritorial. "Pembinaan teritorial yang didukung oleh jaringan komunikasi dan informasi yang baik akan meningkatkan kecepatan koordinasi serta pengambilan keputusan dalam menjaga stabilitas wilayah, " paparnya.
|
Baca juga:
Babinsa Bantu Lansia Haji di Asrama Haji
|
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., yang akrab disapa Jenderal Santri, turut menegaskan pentingnya kehadiran prajurit di masyarakat. "Prajurit Siliwangi harus selalu hadir, peduli, dan menjadi solusi bagi masyarakat. Bangun komunikasi yang humanis, perkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta manfaatkan jaringan informasi secara profesional demi menjaga keamanan dan ketahanan wilayah, " tegas Pangdam III/Siliwangi, mengingatkan esensi tugas TNI.
Dengan langkah konkret seperti monitoring di kawasan industri PT SBRI ini, diharapkan terbangun sebuah sistem jaringan informasi yang semakin terintegrasi, mampu menjadi tulang punggung dalam menjaga keamanan, kondusivitas, serta kelancaran aktivitas investasi dan pembangunan nasional di wilayah Indramayu.

Updates.